Makalah Model Pembelajaran Quantum Teaching

Kata Pengantar

 

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Segala puji dan syukur bagi Allah SWT, yang telah mengajarkan kepada manusia yang belum diketahui, dan menjadikannya sebagai khalifah di bumi. Semoga rahmat dan salam senantiasa tercurahkan kepada nabi Muhammad saw, para sahabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Terimakasih , atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Model Pembelajaran Quantum Yang Menyenangkan” Makalah ini kami susun guna melengkapi tugas Inovasi Pembelajaran Matematika dengan dosen pengampu Bp. M.Prayito ,S.Pd , M.Pd.

Kami  berharap dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Quantum, khususnya bagi kami. Kami sadar makalah ini masih jauh dari sempurna.

Orang bijak mengatakan “tiada gading yang tak retak” sehingga makalah ini pun tidak luput dari kesalahan dan kekurangan.Kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan penyusunan makalah ini.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan hingga selesainya makalah ini.Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

 

 

 

 

                                                                                                   Semarang, 26 sep 2012

 

 

                                                                                                                        Penulis

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

                                                                                                                       

Daftar isi                     ………………………………………..…………………………………………                 2

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang                        …………………………………………………………………………………               3-4

Rumusan Masalah      …………………………………………………………………………………              4

Tujuan Penyusunan   …………………………………………………………………………………               4                                               

BAB I PEMBAHASAN  

1.1 Pengertian     …………………………………………………………………………………                         5

1.2  Asas          ………………………………………………………..……………………………             5

1.3  Prinsip – prinsip…………………………..………………………………………..                       6

1.4  Model pembelajaran  …………………………….…………………………………..                 6-7

1.5  Langkah – langkah Pembelajaran  ……………………………………………………            7

1.6  Kelebihan dan Kekurangan   …………………………………………………………             8

 

BAB II PENUTUP

 

  1. Kesimpulan     ………………………………………………………………………………………            9
  2. Kritik dan Saran   ………………………………………..…………………………………………           9                                                           

 

Daftar Pustaka                    ………………………………………………..…………………………………………             10

Lampiran (Rpp)       ………………………………………………..…………………………………………           11

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  • Latar belakang           :

Istilah quantum, pada awalnya hanya digunakan oleh pakar fisika modern menjelang abad 20, kemudian berkembang secara luas merambat ke bidang-bidang kehidupan manusia lainnya. Dalam bidang pendidikan, muncul konsep belajar quantum yang berupaya untuk meningkatkan proses pembelajaran, baik yang bersifat individual maupun kelompok. Saat ini, mulai dirasakan bahwa kehidupan individu dan organisasi, bisnis atau social, sedang menghadapi tantangan global, yakni perubahan besar-besaran dalam music seluruh aspek, misal sekolah.

Sekolah pada dasarnya bukan untuk mencari skor tetapi sekolah itu belajar untuk kehidupan, bahkan hidup itu sendiri.Kata sekolah berasal dari bahasa Yunani kata skhole, scolae, atau schola yang berarti waktu luang atau waktu senggang.Pada waktu senggang tersebut dulu para orang tua di Yunani menitipkan putra-putrinya kepada orang yang dianggap pintar agar memperoleh pengetahuan dan pendidikan tentang filsafat, alam dan sejenis itu lainnya.Sekolah pada waktu itu adalah suatu kegiatan belajar yang menyenangkan dan mengasyikkan karena mereka dapat memperoleh berbagai hal yang ingin mereka ketahui.

Bila kita menengok kondisi saat ini, sekolah masih dianggap suatu aktifitas yang mengasyikkan justru di luar jam pelajaran, tetapi bila di dalam kelas mereka merasa terbebani.Hal ini tampak dari sorak sorai siswa bila mereka mendengar pengumuman pulang pagi ada rapat guru.Wajah mereka berseri-seri seakan terbebas dari belenggu yang menjerat lehernya.Sementara didalam music pendidikan Indonesia guru itu adalah sentral.Bisa kita bayangkan konsekuensi bagi guru apabila kondisi pembelajaran tetap seperti ini.

Seiring perkembangan jaman, dunia pendidikan juga memerlukan berbagai inovasi.Hal ini penting dilakukan untuk kemajuan kualitas pendidikan, tidak hanya pada tataran teori tapi sudah bisa diarahkan kepada hal yang bersifat fraksis. Diakui atau tidak walau belum ada penelitian khusus tentang pembelajaran, banyak yang merasa music pendidikan terutama proses belajar mengajar sangat membosankan.

Dalam setiap situasi selalu ada jalan keluar untuk sebuah solusi Mungkin belajar yang menyenangkan dari Bobbi de Porter (penulis buku best seller Quantum Learning dan Quantum Teaching) bisa dijadikan rujukan.Metode belajar ini diadopsi dari beberapa teori.Antara lain sugesti, teori otak kanan dan kiri, teori otak triune, pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik) dan pendidikan holistik.

Konsep itu sukses diterapkan di Super Camp, lembaga kursus yang dibangun de Porter. Dilakukan sebuah penelitian untuk disertasi doktroral pada 1991, yangmelibatkan sekitar 6.042 responden. Dari penelitian itu, Super Camp berhasil mendongkrak potensi psikis siswa. Antara lain peningkatan motivasi 80 persen, nilai belajar 73 persen, dan memperbesar keyakinan diri 81 persen.

 

Rumusan Masalah     :

  1. Apa yang dimaksud Quantum Learning (pembelajaran Quantum)
  2. Apa azas utama quantum teaching ?
  3. Apa saja prinsip-prinsip Quantum Teaching ?
  4. Bagaimana bentuk model dan sintaks Quantum Teaching?
  5. Apa saja langkah-langkah yang dapat di lakukan dalam pembelajaran QT ?
  6. Apa saja kelebihan dan kekurangan Quantum teaching?

 

Tujuan penyusunan makalah :

Guna melengkapi tugas dari mata kuliah inovasi pembelajaran di semester tiga (3) ini. Serta berbagi pengetahuan tentang metode pembelajaran quantum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN (ISI)

 

1.1.          Pengertian Pembelajaran Metode Quantum

Quantum Teaching merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan serta menyertakan segala dinamika yang menunjang keberhasilan pembelajaran itu sendiri dan segala keterkaitan, perbedaan, interaksi serta aspek-aspek yang dapat memaksimalkan momentum untuk belajar. Menurut Bobbi De porter, Quantum Teaching hampir sama dengan sebuah simfoni yang di dalamnya banyak unsur atau faktor yang berpadu dan mewarnai hasil akhir yang indah. Disinilah peran seorang pendidik akan sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Quantum Learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepartan belajar, dan NLP dengan teori, keyakinan, dan metode kami sendiri.

Termasuk di antaranya konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan strategi belajar yang lain, seperti:

  • Teori otak kanan/kiri
  • Teori otak triune (3 in 1)
  • Pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik)
  • Teori kecerdasan ganda
  • Pendidikan  holistic (menyeluruh)
  • Belajar berdasarkan pengalaman
  • Belajar dengan music
  • Simulasi/permainan

1.2.          Asaz Utama Quantum Teaching

Asas utama pembelajaran quantum adalah Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka.Konsep Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka mengandung konsekuensi bahwa langkah pertama yang harus dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran adalah membangun jembatan autentik memasuki kehidupan siswa, untuk mendapatkan hak mengajar dari mereka.

Caranya yaitu dengan mengaitkan apa yang diajarkan guru dengan peristiwa, pikiran atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, atletik, musik, seni, rekreasi atau akademik siswa. Setelah kaitan terbentuk, guru dapat menerapkan konsep “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita”. Dalam konteks inilah materi pelajaran dibeberkan: kosa kata baru, model mental, rumus, dan lain-lain.

 

1.3.          Prinsip – prinsip Quantum Teaching

Pembelajaran Quantum menggunakan prinsip – prinsip ada 5 yaitu :

  • Segalanya berbicara; 
  • Segalanya bertujuan; 
  • Pengalaman sebelum pemberian nama; 
  • Akui setiap usaha; dan  
  • Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan. 

 

1.4.          Model Pembelajaran Quantum Teaching

 

Secara garis besar, seorang pendidik harus mampu mengembangkan kreatifitas pembelajaran melalui dua unsur yaitu konteks dan konten. Konteks disini berarti pendidik berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung, menciptakan suasana yang harmonis, membangun sebuah keseimbangan sebagai landasan yang kuat dan menginterpretasi rancangan belajar yang dinamis.Sedangkan konten meliputi penyajian dari persiapan pembelajaran, menciptakan fasilitas yang prima serta mengajarkan dan memanfaatkan ketrampilan yang ada.

Adapun tujuan Quantum Teaching adalah untuk meraih ilmu pengetahuan yang luas dengan berdasarkan prinsip belajar yang menyenangkan dan menggairahkan.Terdapat perbedaan antara tujuan dan prioritas.Tujuan merupakan hasil akhir yang ingin diraih. Sedangkan prioritas merupakan tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam mencapai tujuan.

Rancangan metode Quantum Teaching adalah “sistem TANDUR”. Definisinya sebagai berikut:

  1. Tumbuhkan               : Tumbuhkan minat siswa untuk belajar lebih giat
  2. Alami                          : Berikan pengalaman-pengalaman belajar secara alami
  3. Namai                         : Berikan informasi secukupnya saat minat memuncak
  4. Demonstrasikan        : Berikan kesempatan pada para siswa untuk menunjukkan hasil kerjanya
  5. Ulangi                         : Ulangi kembali untuk memantapkan pemahaman siswa
  6. Rayakan                     : Rayakan suatu keberhasilan yang diraih siswa.

Contoh penerapan Quantum teaching :Misalnya guru menyampaikan materi ajar terlebih dahulu kemudian siswa diminta mengajukan sebuah pertanyaan tertulis yang berkaitan dengan materi kemudian guru melempar pertanyaan tersebut kepada para siswa dan berilah kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut. Setelah itu adakan evalusi terhadap jawaban siswa.Contoh lainnya, guru mengajarkan tentang larangan membuang sampah sembarangan. Guru dapat menggunakan media poster sebagai sarananya lalu siswa di minta membuat poster tentang larangan membuang sampah sembarangan. Selanjutnya poster tersebut ditempatkan di dinding samping. Dapat pula di bentuk kelompok yang mana tiap kelompok tersebut membuat satu poster yang temanya berlainan dari kelompok lain.

v Secara garis besar pembelajaran yang menggunakan model quantum menunjukkan ciri-ciri: 

ü  penggunaan music dengan tujuan-tujuan tertentu;

ü  pemanfaatan ikon-ikon sugestif yang membangkitkan semangat belajar siswa;

ü  penggunaan “stasiun-stasiun kecerdasan” untuk memudahkan siswa belajar sesuai dengan modalitas kecerdasannya;

ü  penggunaan bahasa yang unggul;

ü  suasana belajar yang saling memberdayakan;

ü  dan penyajian materi pelajaran yang prima.

 

1.5.          Langkah – langkah Pembelajaran :

  • Tahap Persiapan
  1. Mempersiapkan kondisi belajar siswa dengan cara mengatur ruang kelas agar berbeda dengan kelas biasa dengan menata kursi berbentuk huruf U untuk memudahkan siswa melakukan kontak mata.
  2. Menyiapkan musik yang lembut dipasang ketika siswa memasuki kelas.
  3. Menciptakan kalimat sugestif positif untuk diberikan kepada siswa.
  • Tahap Pelaksanaan
  1. Presentasi materi
  2. Menggunakan kehidupan sehari-hari sebagai bahan pengantar.
  3. Adanya interaksi dan umpan balik antara siswa dan guru.
  4. Siswa mencatat materi pelajaran.
  5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif.
  6. Guru dan siswa bersemangat dalam kegiatan pembelajaran.
  • Tahap Evaluasi
  1. Siswa diberi latihan soal.
  2. Guru memperhatikan permasalahan yang dihadapi siswa.
  3. Tidak menyalahkan kesalahan kepada siswa.
  4. Mengadakan penelitian melalui tes lisan dan tertulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.6.          Kelebihan dan kekurangan Quantum Teaching

v Kelebihan Quantum Teaching

  1. Selalu berpusat pada apa yang masuk akal bagi siswa.
  2. Menumbuhkan dan menimbulkan antusiasme siswa.
  3. Adanya kerjasama.
  4. Menawarkan ide dan proses cemerlang dalam bentuk yang enak dipahamisiswa.
  5. Menciptakan tingkah laku dan sikap kepercayaan dalam diri sendiri.
  6. Belajar terasa menyenangkan.
  7. Ketenangan psikologi.
  8. Motivasi dari dalam.
  9. Adanya kebebasan dalam berekspresi.
  10. Menumbuhkan idialisme, gairah dan cinta mengajar oleh guru.

 

v  Kekurangan Quantum Teaching

  1. Memerlukan persiapan yang matang bagi guru dan lingkungan yang mendukung.
  2. Memerlukan fasilitas yang memadai.
  3. Model ini banyak dilakukan di luar negeri sehingga kurang beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia.
  4. Kurang dapat mengontrol siswa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  • Kesimpulan :

Dapat kita tarik kesimpulan dari rangkaian kata di atas bahwa pembelajaran quantum merupakan sebuah falsafah dan metodologi pembelajaran yang umum yang dapat diterapkan baik di dalam lingkungan bisnis, lingkungan rumah, lingkungan perusahanan, maupun di dalam lingkungan sekolah (pengajaran). Secara konseptual, falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum membawa angin segar bagi dunia pembelajaran di Indonesia sebab karakteristik, prinsip-prinsip, dan pandangan-pandangannya jauh lebih menyegarkan daripada falsafah dan metodologi pembelajaran yang sudah ada (yang dominan watak behavioristis dan rasionalisme Cartesiannya). Meskipun demikian, secara nyata, keterandalan dan kebaikan falsafah dan metodologi pembelajaran quantum ini masih perlu diuji dan dikaji lebih lanjut. Lebih-lebih kemungkinan penerapannya dalam lingkungan Indonesia baik lingkungan rumah, lingkungan perusahaan, lingkungan bisnis maupun lingkungan kelas/sekolah (baca: pengajaran). Khusus penerapannya di lingkungan kelas menuntut perubahan pola berpikir para pelaksana pengajaran, budaya pengajaran dan pendidikan, dan struktur organisasi sekolah dan struktur pembelajaran.Jika perubahan-perubahan tersebut dapat dilakukan niscaya pembelajaran quantum dapat dilaksanakan dengan hasil yang optimal.

  • Kritik dan Saran :

 

Sebuah peribahasa mengatakan “tak ada gading yang tak retak”.Begitu juga dengan makalah yang kami buat ini, tidak menutup kemungkinan banyak terjadi kesalahan dalam tatanan bahasa maupun dari segi materi yang diangkat oleh kami sebagai penulis.oleh karena itu kritik dan saran yang dapat membangun serta memperbaiki makalah ini agar lebih baik dari sebelumnya.Demikian makalah yang dapat kami disajikan.Kami memohon maaf apabila dalam menyajikan materi yang ada pada makalah ini terdapat kesalahan ataupun kecacatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Ma’aruf, Zuhdi dan Siti Salamiah. 2008. PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN PENDEKATAN MULTI KECERDASAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA . Jurnal Geliga Sains 2 (1), 32 – 39. Pendidikan Fisika, Jurusan PMIPA FKIP ,Universitas Riau, Pekanbaru.

 

Pujiastuti,Emi. 2002. PEMANFAATAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA

SEKOLAH SEBAGAI KONSEKUENSI LOGIS OTONOMI DAERAH BIDANG PENDIDIKAN . Jurnal matematika dan computer,Vol. 5. No. 3, 146 – 155. Pendidikan  Matematika FMIPA UNNES.

Ma’aruf, Zuhdi , Muhammad Sahal dan Desi Susanti.2007.PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR FISIKAMELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN PENDEKATANMULTI KECERDASAN DI SMA NEGERI 1 KAMPAR. Jurnal Geliga Sains 1 (1), 1 – 8,Pendidikan Fisika, Jurusan PMIPA FKIP ,Universitas Riau, Pekanbaru.

Janzen, Katherine .J,Beth Perry and Margaret Edwards.2011.Aligning the Quantum Perspective of Learning to Instructional Design: Exploring the Seven Definitive Questions.IRRODL (THE INTERNATIONAL REVIEW OF RESEARCH IN OPEN AND DISTANCE LEARNING).

Luckie,Douglas B, Janet McCray Batzli, Scott Harrison and Diane Ebert-May. 2003.INTERNATIONAL JOURNAL OF LEARNING.Volume 10.http://LearningConference.Publisher-Site.com/

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2120770-penerapan-quantum learning-dalam-pembelajaran/#ixzz26XTok9Vf.PEMBELAJARAN KUANTUM SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN.

Hamrani. 2009.Strategi pembelajaran dan model-model pembelajaran aktif dan menyenangkan.Uin Suka yogyakarta .

www.gurusukses.com/model-pembelajaran kuantum

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

                      

                                                        Satuan Pendidikan      :      SMP ……………

                                                         Mata Pelajaran             :      Matematika

                                                        Kelas                                :      VII

                                                        Semester                        :      Ganjil

 

 

Standar Kompetensi           :Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus.

Kompetensi Dasar    :Menentukan gradien.

 

Indikator                            :  1. Menentukan gradien dari suatu garis yang saling sejajar.

                                        2. Menentukan gradien dari suatu garis yang saling tegak lurus.

 

Alokasi Waktu                  :            2 x 40 menit ( 1 x pertemuan ).

 

A.     Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa dapat menentukan gradien dari suatu garis yang saling sejajar.
  2. Siswa dapat menentukan gradien dari suatu garis yang saling tegak lurus

“ Karakter siswa yang diharapkan  : 

  • Rasa ingin tahu, Mandiri, Kreatif, Kerja keras. Demokratis.

B.     Materi Ajar

-            Gradien Garis yang Saling Sejajar

-        .   Gradien Garis yang Saling Tegak Lurus

 

C.     Metode Pembelajaran

           1. Model Pembelajaran       : quantum teaching

2. Pendekatan: kontekstual.

3. Metode : penemuan, tanya jawab, diskusi kelompok,

                            demonstrasi dan pemberian tugas

 

 

D.     Langkah-langkah Kegiatan

  • Pertemuan Pertama

           Pendahuluan

        Apersepsi                :   Dengan mengunakan materi fungsi kita dapat mengenal materi Persamaan garis secara lebih lanjut .Dalam fungsi kita menemukan persamaan yang dikenal dengan ax+by=c ,dalam pembahasan persamaan garis lurus,persamaan ax+by=c akan di gunakan untuk membahas persoalan dalam persamaan garis.

 

        Motivasi                  :   Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat mengetahui cara menentukan gradien suatu garis, menentukan gradien garis yang sejajar dan gradien garis yang tegak lurus, persamaan garis yang sejajar melalui suatu titik,dan persamaan garis yang tegak lurus melalui suatu titik .

 

Kegiatan Inti

Alokasi Waktu

& Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi :

           a.    Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru (selain itu misalkan dalam bentuk lembar kerja, tugas mencari materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan lingkungan, atau pemberian contoh-contoh materi untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb) mengenai titik,gradien dan persamaan garis, kemudian antara peserta didik dan guru mendiskusikan materi tersebut (Bahan: buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VII Semester I (Tumbuhkan,kreatifitas,);    

           b.    Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai definisi gradien dan persamaan garis dan sifat-sifat khusus (ciri-ciri) gradien dan persamaan garis. (melatih memori otak,memupuk sikap juara);

& Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi,

           a.    Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku tentang persamaan garis . (Alami,memahami materi,Namai,Demonstrasi);

  1. Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai menentukan gradien suatu garis, persamaan garis yang sejajar melalui suatu titik, dan persamaan garis yang tegak lurus melalui suatu titik. (Ulangi,kemandirian,gaya belajar)
  2. Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-soal dari Aktivitas Kelas. (Rayakan,keaktifan);

& Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

a.    Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (membiasakan mencatat);

b.    Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (kreatifitas);

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

65 menit

Penutup

 

.          a. Peserta didik membuat rangkuman dari materi mengenai pengertian gradien dan persamaan garis dengan ciri-ciri dan sifatnya. (membiasakan mencatat.);

b.  Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) berkaitan dengan gradien, persamaan garis sejajar dan persamaan garis tegak lurus. (kemandirian)

 

 

 

15 menit

 

 

E.     Alat dan Sumber Belajar

-             Alat/Media      :      Spidol ,MP3 player,Laptop,dan LCD

1.Sumber           :  a. Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII   SMP dan MTs (Pusat Perbukuan BSE)

  1. a.   Matematika untuk SMP Kelas VIII Semester 1  (Erlangga)

 

 

                   F.        Penilaian        

  • LKK

 

 

                                                                                                                                                                                   

   Mengetahui,                                                                               Guru Mata Pelajaran Matematika

   Kepala Sekolah

 

 

 

  _______________________                                   _______________________

  NIP/NIK.                                                                                       NIP/NIK.

 

 

Nama              :           1.

                                    2.

                                    3.

                                    4.

                                    5.

Kelas               :          

Kelompok       :

Kerjakanlah    : Jika mengalami kesulitan dalam memaha tugas ini, tanyakan pada

guru, tetapi berusahalah semaksimal mungkin terlebih dahulu !

Jawablah pertanyaan- pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat !

 

1.Tentukan persamaan garis yang melalui titik (2,1) yang sejajar dengan garis  3x+5y=4.

 

2.Tentukan persamaan garis yang melalui titik (2,1) yang tegak lurus dengan garis  3x+5y=4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About desykartikaputri

simple PerSoN..hehehe
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s