Makalah Model Pembelajaran Open Ended

BAB 1

PENDAULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Pada era reformasi saat ini banyak permasalahan bangsa yang tidak terselesaikan, seperti meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran, kasus money laundry bank century, kasus mafia hukum, kasus mafia pajak, dan tragedi berdarah ahmadiyah. Permasalahan ini disebabkan kurangnya sifat jujur dan kreativitas dari stake holder pemangku tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan bangsa. M. Nuh (2010) mengatakan bahwa jujur merupakan inti dari sekian banyak karakter yang dapat membangun bangsa. Menumbuhkan sifat  jujur dan kreatif tentu tidaklah mudah. Sifat jujur dan kreatif ini perlu di tanamkan mulai dari pendidikan usia dini, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan atas, dan perguruan tinggi sehingga output dari pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi menghasilkan output yang kreatif dan jujur dalam  menyelesaikan suatu permasalahan.

            Salah satu cara menumbuhkan sifat jujur dan kreatif pada jenjang sekolah menengah atas khususnya bidang studi matematika, yaitu dengan menerapkan pembelajaran sistem persamaan linear dengan open ended. Pembelajaran dengan Open ended memberikan kesempatan pada siswa untuk menyelesaikan permasalahan dengan lebih dari satu metode penyelesaian atau jawaban benar. Dengan demikian siswa dilatih menyelesaikan suatu permasalahan keseharian dengan banyak cara. Sehingga siswa akan lebih kreatif dalam menyelesaikan permasalahan yang harapannya akan menjadi generasi yang dapat menyelsaikan permasalahan bangsa.

 

  1. B.    Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada amkalah ini adalah sebagai berikut,

  1. Apa yang dimaksud model pembalajaran open ended ?
  2. Apa saja kelebihan dan kekurangan model pembelajarn open ended ?
  3. Langkah – langkah yang ditempuh pada model pembelajaran open ended ?
  4. BagaimanakahPembelajaran Persamaan Linear dengan Open Ended ?
  5. Bagaimana bentuk RPP dan garis- garis besar materi persamaan linierduavariabel?
  6. C.    Tujuan Penulisan

Pada dasarnya tujuan penulisan makalah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum dalam penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Inovasi Pembelajaran Matematika.

Adapun tujuan khusus dari penyusunan makalah ini adalah :

Untuk mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematis peserta didik melalui metode Open Ended secara simultan. Dengan kata lain kegiatan kreatif dan pola pikir  matematis peserta didik harus dikembangkan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan setiap peserta didik. Hal yang dapat digaris bawahi adalah perlunya memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berpikir dengan bebas sesuai dengan minat dan kemampuannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

PEMBAHASAN

 

  1. 1.     Open Ended

Open ended merupakan pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu permasalahan yang memiliki metode penyelesaian atau selesaian yang  lebih dari satu .  Jadi Open ended memberi kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman merumuskan, mengenali, dan memecahkan masalah dengan menggunakan lebih dari satu metode.

Setiap pendekatan pembelajaran matematika mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan dan kelemahan pendekatan open-ended sebagai berikut:

 

  1. 2.     Kelebihan dan Kekurangan Open Ended

Kelebihan open-ended menurut Suherman adalah: (1) Pesertadidik berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan ide-ide mereka, (2) Pesertadidik mempunyai kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matematika pesertadidiksecara menyeluruh, (3) Pesertadidik yang berkemampuan rendah dapat menyelesaikan permasalahannya dengan cara mereka sendiri, (4) Pesertadidik termotivasi secara interinsik untuk memberikan pembuktian, (5) Memberikan kepada pesertadidik untuk memperoleh pengalaman dalam upaya menemukan cara-cara yang efektif dalam menyelesaikan masalah berdasarkan gagasan dari pesrtadidik yang lain.

Kelemahan open-ended menurut Suherman yaitu: (1) Membuat dan menyiapkan masalah matematika yang bermakna bagi pesertadidik bukanlah hal yang mudah, (2) Beberapa pesertadidik yang pandai mengalami kecemasan dengan jawaban mereka, (3) Pesertadidik yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah dengan cara tertentu, cendrung merasa tidak puas miskipun dapat menyelesaikan dengan cara yang lain.

Miskipun pendekatan open-ended mempunyai beberapa kelemahan, namun kelemahan tersebut masih dapat diatasi. Cara mengatasi kelemahan tersebut misalnya, dalam membuat dan menyiapkan masalah yang bermakna bagi pesrta didik, guru terlebih dahulu mendaftar semua respon yang diinginkan, setelah itu baru membuat masalah yang bermakna. untuk mengatasi kecemasan yang dialami peserta didik yang pandai yaitu sebelum dilaksanakan pembelajaran dengan pendekatan open-ended peserta didik terlebih dahulu diberi informasi terlebih dahulu diberi informasi bahwa jawaban yang diajukan dalam permasalahan yang diajukan dapat bermacam-macam tergantung dari sudut mana peserta didik memandangnya dan dari bermacam-macam jawaban tersebut mungkin semuanya benar.

Tujuan pembelajaran open-ended menurut Nokda ialah untuk mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematis peserta didik melalui problem solving secara simultan. Dengan kata lain kegiatan kreatif dan pola pikir  matematis peserta didik harus dikembangkan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan setiap peserta didik. Hal yang dapat digaris bawahi adalah perlunya memberikan kesempatan pada pesrta didik untuk berpikir dengan bebas sesuai dengan minat dan kemampuannya. Aktivitas kelas yang penuh dengan ide matematika ini pada gilirannya akan memacu kemampuan berpikir tinkat tinggi peserta didik.

  1. 3.     Menyusun Rencana Pendekatan Open-Ended

Apabila guru telah mengkonstruksikan atau menformulasi masalah Open-Ended dengan baik, tiga hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran sebelum masalah itu ditampilkan di kelas adalah:

a)     Apakah masalah itu kaya dengan konsep-konsep matematika dan berharga?

Masalah Open-Ended harus medorong peserta didik untuk berpikir dari berbagai sudut pandang. Disamping itu juga harus kaya dengan konsep-konsep matematika yang sesuai untuk pesreta didik berkemampuan tinggi maupun rendah dengan menggunakan berbagai strategi sesuai dengan kemampuannya.

b)     Apakah tingkat matematika dari masalah itu cocok untuk peserta didik?

Pada saat peserta didik menyelesaikan masalah Open-Ended, mereka harus menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka punya. Jika guru memprediksi bahwa masalah itu di luar jangkauan kemampuan peserta didik, maka 4fmasalah itu harus diubah/diganti dengan masalah yang berasal dalam wilayah pemikiran pesreta didik.

c)     Apakah masalah itu mengundang pengembangan konsep matematika lebih lanjut?

Masalah harus memiliki keterkaitan atau hubungan dengan konsep-konsep matematika yang lebih tinggi sehingga dapat memacu peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi. Pada tahap ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan rencana pembelajaran yang baik adalah sebagai berikut:

1)      Tuliskan respon peserta didik yang diharapkan.

Pembelajaran matematika dengan pendekatan Open-Ended, siswa diharapkan merespons masalah dengan berbagai cara sudut pandang. Oleh karena itu, guru harus menyiapkan atau menuliskan daftar antisipasi respons siswa terhadap masalah. Kemampuan siswa terbatas dalam mengekpresikan ide atau pikirannya, mungkin siswa tidak akan mampu menjelaskan aktivitasnya dalam memecahkan masalah itu. Tetapi mungkin juga siswa mampu menjelaskan ide-ide matematika dengan cara yang berbeda. Dengan demikian, antisipasi guru membuat atau menuliskan kemungkinan repsons yang dikemukakan siswa menjadi penting dalam upaya mengarahkan dan membantu siswa memecahkan masalah sesuai dengan cara kemampuannya.

2)      Tujuan dari masalah itu diberikan kepada siswa harus jelas.

Guru memahami dengan baik peranan masalah itu dalam keseluruhan rencana pembelajaran. Masalah dapat diperlakukan sebagai topik yang tertentu, seperti dalam pengenalan konsep baru kepada siswa, atau sebagai rangkuman dari kegiatan belajara siswa. Berdasarkan pengalaman, masalah Open-Ended efektif untuk pengenalan konsep baru atau rangkuman kegiatan belajar.

3)      Sajikan masalah semenarik mungkin bagi siswa

Konteks permasalahan yang diberikan atau disajikan harus dapat dikenal baik oleh siswa, dan harus membangkitkan keingintahuan serta semangat intelektual siswa. Oleh karena masalah Open-Ended memerlukan waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan strategi pemecahannya, maka masalah itu harus mampu menarik perhatian siswa.

4)      Lengkapi prinsip formulasi masalah, sehingga siswa mudah memahami maksud masalah itu

Masalah harus diekspresikan sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahaminya dengan mudah dan menemukan pendekatan pemecahannya. Siswa dapat mengalami kesulitan, bila eksplanasi masalah terlalu singkat. Hal itu dapat timbul karena guru bermaksud memberikan terobosan yang cukup kepada siswa untuk memilih cara dan pendekatan pemecahan masalah. Atau dapat pula diakibatkan siswa memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki pengalaman belajar karea terbiasa megikuti petunjuk-petunjuk dari buku teks.

5)      Berikan waktu yang cukup bagi siswa untuk mengekplorasi masalah.

Terkadang waktu yang dialokasikan tidak cukup dalam menyajikan masalah, memecahkannya, mendiskusikan pendekatan dan penyelesaian,, dan merangkum dari apa yang telah dipelajari siswa. Karena itu, guru harus memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk mengekplorasi masalah. Berdiskusi secara aktif antar sesama siswa dan antara siswa dengan guru merupakan interaksi yang sangat penting dalam pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended.

 

  1. 4.     Langkah-langkah pembelajaran matematika dengan open ended

Menurut sawada menyatakan bahwa pendekatan open-ended di bagi kedalam dua periode. Periode pertama adalah kerja individual dan kerja kelompok sedangkan periode kedua adalah penyajian laporan kelompok dan membuat kesimpulan.

Pada periode pertama, peserta didik secara individu diberikan lembar kerja. Peserta didik berusaha menyelesaikan lembar kerja yang memuat masalah open-ended secara individual. Sesuai waktu yang ditetapkan. Selanjutnya peserta didik membentuk kelompok untuk mendiskusikan hasil kerja dalam kelompok. Dengan mengerjakan lembar kerja secara individu terlebih dahulu, maka saat diskusi kelompok peserta didik sudah mempunyai ide untuk didiskusikan. Setelah waktu yang ditetapkan selesai, kelompok mengumpulkan hasil kerjanya.

Pada periode kedua, guru memanggil kelompok terpilih untuk menyajikan hasil kerja di depan kelas dan mendiskusikannya dengan kelompok lain. Pada tahap ini akan terjadi Tanya jawab antara kelompok lain dengan penyaji. Setelah penyajian hasil kerja semua kelompok selesai, dilanjutkan dengan kegiatan membuat kesimpulan hasil pembelajaran.

                                                                                                                                   

Langkah-langkah pembelajaran dalam penelitian ini akan mengikuti tahapan tersebut di atas. Beberapa modifikasi akan dilakukan terutama dalam pengaturan waktu dan giliran penyajian laporan hasil diskusi kelompok. Dalam penelitian ini dimungkinkan tidak semua kelompok mendapatkan kesempatan menyajikan laporan.

 

  1. 5.      Pembelajaran Persamaan Linear dengan Open Ended

Persamaan linear adalah kalimat terbuka yang memuat tanda sama dengan dan bernilai benar. Terbuka artinya persamaan memuat variabel yang mewakili sesuatu dan bernilai benar artinya jika kalimat tesrsebut dirangkai maka menghasilkan kalimat yang benar. Contoh persamaan linear dua varibel,

Misalkan = 1 dan maka sehingga kalimat tersebut merupakan kalimat yang benar. Sedangkan sistem persamaan linear adalah persamaan linear yang lebih dari satu.

             Pembelajaran persamaan linear dengan pendekatan open ended mungkinkan pesertadidik menyelesaikan sistem persamaan linear dengan menggunakan metode substitusi,  eliminasi, campuran substitusi dan eliminasi, grafik, dan matriks.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

PENUTUP

  1. 1.     Kesimpulan

Pendekatan open-ended merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada proses dan problem ended. Pendekatan pembelajaran ini membawa siswa dalam menjawab permasalahan dengan banyak cara dan mungkin banyak jawaban yang benar sehingga mengundang potensi intelektual dan pengalaman peserta didik menemukan sesatu yang baru.

Manfaat pendekatan pembelajaran open-ended selain mencapai standarkompetensi adalah :mengembangkan kegiatan kreatif dan pola piker matematis peserta didik melalui problem solving, mengembangkanketrampilan proses, memberi kesempatan peserta didik berpikir dengan bebas sesuai dengan kemampuannya, melatih siswa mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain dan mengembangkan pembelajaran interaktif dan menyenangkan.

Melalui pendekatan open-ended dalam pembelajaran matematika, kemampuan peserta didik baik ranah kognitif, psikomotor maupun afektif dapat dimaksimalkan. Namun demikian guru dapat menggunakan pendekatan – pendekatan lainnya yang disesuaikan kondi tujuan belajar.si peserta didik bahkan memadukan berbagai pendekatan untuk mencapai tujuan belajar.

  1. 2.     Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas diharapkan kita selaku guru mampu menyusun rencana pembelajaran menggunakan pendekatan open-ended sehingga kemampuan berfikir kritis, sistematis, logis dan kreatif dapat terbangun dari diri siswa.

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                                   

DAFTAR PUSTAKA

 

     http://pembelajaranmatematikawan.blogspot.com/2011/09/pembelajaran-sistem-persamaan-linear.html (diakses 17 September 2012)

     http://adisuarmansitumorang.blogspot.com/2010/11/bab-i-pendahuluan.html

(diakses 20 September 2012)

     http://www.psb-psma.org/content/blog/pendekatan-open-ended-problem-dalam-matematika (diakses 20 September 2012)

     MATHEMATICS TEACHER’S INTERRETATION OF HIGHER-ORDER THINKING IN BLOOM’S TAXONMY.http://www.iejme.com/     (diakses tanggal 20 september)

     WORLD-CLASS HIGH QUALITY MATHEMATICS EDUCATION FOR ALL K-12 AMERICAN STUDENTS.http://www.math.umt.edu/tmme/vol3no2/tmmevol3no2_ohio_pp223_248.pdf  (diakses tanggal 20 september)

     PENGARUH PEMBELAJARAN OPEN-ENDED TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA TOPIK SISTEM PERSAMAAN LINIER DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 1 SMK KELOMPOK TEKNOLOGI INDOSTRI KABUPATEN SUKOHARJO.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/71087588.pdf (diakses tanggal 20 september)

     PENINGKATAN PEEMAHAMAAN KONSEP MATEMATIKA DENGGAN PENDEKATAAN OPEN ENDED MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD SISWA SMK NEGRI 2 CILACAP.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/1209233244_2085-9791.pdf (diakses tanggal 20 september)

     PEMBELAJARAN OPEN-ENDED PADA LUAS SEGITIGA SISWA SMA NEGRI 2 INDRAJAYA.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/1209233244_2085-9791.pdf (diakses tanggal 20 september)

 

 

 

                                                                                                                                               

 

 

 

 

 

 

About desykartikaputri

simple PerSoN..hehehe
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s